Tergamaknya seorang ayah membunuh anak sendiri yang berusia 41 hari hanya kerana si isteri menolak ajakannya untuk bersama kerana masih dalam keadaan nifas.

Bengang kerana permintaanya ditolak, lelaki terbabit nekad melampiaskan kemarahannya dengan memukul isteri dan anaknya yang masih kecil itu.

Cekik anak sebanyak 2 kali

Sebelum kejadian diajak bersama dan dipukul oleh suami, si suami telah mencekik bayi tersebut sebanyak 2 kali hanya kerana isteri menegurnya mencium anak selepas merokok.

Selepas si isteri sedar suaminya mencekik anak sehingga menangis, si isteri terus mengambil anaknya dan terus menyusukan anaknya itu.

Semasa sedang menyusukan anak itulah si suami mengajak isteri untuk ‘bersama’ namun ditolak oleh isteri.

Peristiwa memilukan ini terjadi di Talang Neki, Kampung Karang Umpu, Kecamatan Blambangan Umpu, Way Kanan Indonesia.

View this post on Instagram

Sungguh keji apa yang dilakukan KW (20), warga Kecamatan Gunung Labuhan, Kabupaten Way Kanan, Lampung. KW dengan tega membunuh anak kandungnya sendiri yang masih berusia 41 hari. . KW saat ini sudah ditangkap Tim Khusus Nati Bandit (Tekab) 308 Polres Way Kanan. Ironisnya, kasus pembunuhan ini terjadi karena pelaku yang dibutakan nafsu birahi. Kasus bermula dari tersangka KW yang ditegur istri saat menciumi anaknya sambil merokok. . "Saat itu ibu korban sedang membersihkan ikan kemudian KW yang sedang mencium anak kandungnya yang masih bayi, dikarenakan KW sedang merokok jadi ibu korban menegurnya," kata Kapolres Way Kanan AKBP Binsar Manurung, Kamis (13/8/2020). . Peristiwa ini terjadi di Talang Neki Kampung Karang Umpu, Kecamatan Blambangan Umpu, Kabupaten Way Kanan pada Minggu (9/8) sekitar pukul 22.00 WIB. Tak lama berselang, si bayi menangis akibat dicekik tersangka KW. . "Sekitar 1 jam anak tersebut menangis karena dicekik oleh KW sebanyak 2 kali saat berada di kasur. Melihat kejadian itu, sang ibu langsung mengambil anaknya dan menggendongnya sambil memberikan ASI," kata Binsar. . Setelah itu KW mengajak istrinya untuk berhubungan badan namun ditolak dengan alasan masih masa nifas usai melahirkan. Keduanya terlibat cekcok. Tersangka KW lalu berang dan melakukan kekerasan fisik terhadap si bayi yang masih digendong ibunya. . Tersangka KW malah makin brutal dengan memukuli istri dan anaknya. "Tak hanya itu, KW juga memukul istri dan anaknya dari belakang, hingga bagian kepala anaknya. Kemudian ibu korban berusaha berlari keluar rumah untuk meminta pertolongan namun di saat itu kaki anaknya ditarik oleh tersangka, bukannya sadar dan berhenti KW masih memukuli anaknya berulang ulang," ungkapnya. . Istri lalu meletakkan anaknya di lantai dan meminta suaminya berhenti. Tak lama kemudian, si bayi meninggal dunia. . Artikel : Detik.com

A post shared by OFFICIAL MAKASSAR INFO (@makassar_iinfo) on

[fbcomments]